Selasa, 13 Maret 2012

PERKAMPUNGAN ARAB YANG ADA DI SURABAYA


Perkampungan arab merupakan sebuah komplek kediaman orang-orang Arab maupun keturunan Arab yang menetap di daerah tersebut . Perkampungan ini biasanya didirikan pada saat islam datang ke Nusantara untuk melakukan perdagangan  dan menyebarkan pengaruhnya . Perkampunagn arab diketaui datang pertama kali di daerah pesisir Sumatra tepatnya di daerah Pasai pada sekitar abad ke VII. Kedatangan orang-orang Arab juga berlangsung pada sekitar abad ke XIII ketika islam sudah melakukan penyebaran agama islam di Nusantara. Perkampungan yang biasanya  bertempat di dekat pelabuhan-pelabuhan . Kampung tersebut biasanya menjadi tempat bermukim semetara orangorang arab untuk melakukan perdagagan dan kemudian akan kembali ke daerah asalnya . Dalam hal tersebut juga tidak sedikit para pedagang Arab tersebut menetap di tempat tersebut . Hal tersebut menjadikan orang-orang Arab melakukan  kontak terhadap orang-orang pribumi dan tidak sedikit pula yang menikah dengan wanita-wanita pribumi . Hal tersebut yang menyebabkan perkampungan Arab ada di Indonesia dan menjadi ciri tersendiri dari multi kultur yang ada di Indonesia . Perkampungan tersebut membentuk sebuah komunitas yang unik dalam masyarkat di Indonesia.
Mengenai perkampungan Arab yang ada di Surabaya , ada yang mengatakan berdirinya   kampung tersebut tidak lepas dari peran Sunan Ampel yang menyebarkan islam di Surabaya.  Berdasar catatan dalam Kitab Pengging Teracah, setelah selesai mendatangi undangan Raja Brawijaya, penguasa Mojopahit, Sunan Ampel mendapat ganjaran Ampilan tanah untuk menyebarkan agama Islam disisi utara tanah Jawa Timur.Perjalanan Sunan Ampel kala itu dibarengi beberapa pengikut, diantaranya Ki Wirosaroyo. Wirosaroyo sebelumnya beragama Hindu. Setelah masuk Islam, ia menyatakan ingin ikut perjalanan Sunan Ampel ke Surabaya. Kebetulan ia punya anak gadis bernama Karimah (yang kemudian disunting Sunan Ampel). Sesuai tradisi Jawa, orang tua kadang dipanggil dengan nama anak pertamanya. Jadi Ki Wirosaroyo sering dipanggil dengan nama Pak Karimah, atau lebih populer lagi dengan sebutan Mbah Karimah. Sunan Ampel juga mendirikan beberapa masjid, diantaranya masjid di daerah kembang kuning dan yang terkenal adalah masjid Sunan Ampel yang saat ini masih ramai oleh para peziarah yang datang untuk memanjatkan doa.
Perkampungan Arab di Surabaya terletak di daerah Ampel yang dibatasi oleh Suangai Kalimas di sebelah barat, sbelah timur oleh sungai Pegirian. Dan sebelah selatan dibatasi oleh jalan Kembang Jepun . Mengenai berbagai entis yang ada di Surabaya juga terdapat etnis-etnis yang berada di sekitar daerah tersebut yaitu entis Cina yang ada di daerah Kembang Jepun . Terdapat juga sisa-sisa peninggalan perumahan Eropa yang ada didaerah tersebut. Memasuki daerah perkampungan Arab kita akan melihat berbagai aktifitas ekonomi yang ada pada daerah tersebut . Yang mendominasi aktifitas tersebtu adala katifitas perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang keturunan Arab yang menempati daerah tersebut. Banyak diantara para pedagang yang menjual barang-barang yang bernuansa Timur Tengah seperti minyak wangi, peralatan sholat kain-kain, umumnya barag-barang tersebut banyak dibutuhkan oleh para peziarah yang datang untuk berdoa di makam Sunan Ampel. DI perkampungan juag terdapat para pedagang yang menjual makan khas Timur Tengah. Sepert nasi kebuli, roti maryam, kambing ove dan makanan-makanan yang berbau Arab terdapat di sini. Hal ini juga dapat menunjukakn kepada kita bahwa perkampungan ini masih mewarisi kebudayaan asal mereka dari Timur Tengah.Terbutkti dengan aktifitas yang dijalankan di daerah kampung Arab, meski kebudayaan tersebut juga sudah bercampur dengan budaya masyarakat yang ada di Surabaya.

http://4.bp.blogspot.com/-NoAdEKHbZHQ/TfbfzSBOKtI/AAAAAAAAAjk/gyhP7o4WYEA/s200/SAM_1991.JPG                      http://2.bp.blogspot.com/-U0IXtsdZ7h8/TfbarzoqkbI/AAAAAAAAAjU/dWxYKsLmZ0Q/s200/SAM_1989.JPG
Yang menjadi perkampungan Arab di Surabaya ini  ramai dikunjungi oleh orag-orang yang ada diberbagai daerahan luar daerah pun banyak  yang datang berkunjung ke makam Sunan Ampel. Dan melakukan sholat di masjib Besar Sunan Ampel. Yang berada di antara perkampungan Arab yang ada di daerah tersebut. Masjid yang berukuran besar dan megah ini juga mempunyai ke unikan di dalamnya selain ukiran-ukiran yang khas dari masjid ini. Terdapat makam berjumlah Sembilan yang dimiliki oleh satu orang. Beliau adalah Mbah Bolong yang merupakan salah satu murid dari Sunan Ampel. Menurut cerita setelah Mbah Bolong meninggal masjid menjadi kotor dan saat itu Sunan Ampel berkata ‘’ andai saja Mbah Bolong masih hidup ‘’ dan sektika mbah Bolong ada di pelataran masjid dan sedang menyapu disitu. Hal tersebut berlangsung sampai Sembilan kali sampai Sunan Ampel wafat.

http://4.bp.blogspot.com/-q2asK6n9InI/TfYMk5h0k9I/AAAAAAAAAiM/yGIZY_iVCT4/s320/SAM_1973.JPG         http://4.bp.blogspot.com/-Oy1ULQqUu_o/TfYQuN9vIDI/AAAAAAAAAic/O_FmKifbSgM/s320/SAM_1984.JPG
















DAFTAR PUSTAKA
Nugraha N, Marwati D.P,1980.Sejarah Nasional Indonesia jilid 2,Jakarta,
http://seratusnegara.blogspot.com/2011/06/kampoeng-arab-timur-tengah-nya.html
http://4.bp.blogspot.com/q2asK6n9InI/TfYMk5h0k9I/AAAAAAAAAiM/yGIZY_iVCT4/s1600/SAM_1973.JP
http://4.bp.blogspot.com/NoAdEKHbZHQ/TfbfzSBOKtI/AAAAAAAAAjk/gyhP7o4WYEA/s1600/SAM_199.J


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar