Sabtu, 26 Mei 2012

Munculnya Organisasi-organisasi Politik dalam Pergerakan Nasional : Organisasi“kanan” dan yang berhaluan “kiri”.



Masa kolonial merupakan masa sulit yang dialami oleh bangsa Indonesia , karena pada masa ini, kebebasan politik dibatasi gerakannya oleh pemrintah kolonial. Baru pada awal abad ke 20, pergerakan politik mulai di Indonesia mulai Nampak, hal tersebut juga merupakan salah satu dampak dari politik etis yang dilakukan oleh pemrintah kolonial. Kebijakan tersebut juga didukung oleh politik liberal yang masuk sekitar tahun 1870 atau dimulainya undang-undang agraria. Politik etis yang diterapkan di inonesia pada tahun 1900 , membawa mempunyai misi yaitu edukasi, irigrasi dan transmirasi. Salah satu kebijakan tersebut adalah terbukanya kesempatan pendidikian yang dirasakan oleh kaum pribumi, meski pendidikan tersebut diperoleh hanya pada kaum elit saja. Kebijakan ini merupakan upaya untuk mensejahterakan penduduk pribumi. Dari pemberian pendidkan itu, pada tahap selanjutnya akan memunculkan gerakan-gerakan poltik yang dilakukan oleh kaum pribumi , yang berkembang pada tahun 1908, ditandai oleh organisasi Budi Oetomo. Munculnya pergerakan politik ini, pada periode abad kje 20 ini,akan menjadi cirri dari pergerakan nasional, dimana oranisasi-organisasi politik memiliki peran dalam kemerdekaan Indonesia .
Munculnya organisasi politik pribumi
Organisiasi poltik pertama yang tercatat dalam sejarah Indonesia adalah Budi Oetomo. Organisasi politik ini didirikan oleh dr. Wahdidin S, yang didirikan pada hari rabu 20 mei tahun 1908 di Jakarta. Yang ditunjuk sebagai ketua dari ornasisasi ini adalah dr. Soetomo. Ornasiasi ni secara umum terdiri dari orang-orang terpelajar dari golongan priyayi Jawa dan Madura. Seperti namanya, oranissi ini bertrujuaingin mengangkat derajat pribumi “boedi oetomo” dengan menuntut kepada pemerintah Hidia Belanda untuk membuka kesempatan terhadap golongan pribumi untuk dapat masuk dalam struktur pemrintahan kolonial, seperti menjadi pegawai pemerintahan. Oraganisasi in dalam cangkupan masanya belum mayeluruh di wilaayah Indonesia, karena hanya terbatas pada pulau Jawa dan Madura, organisasi ini jga termasuk organisasi elit, dimana pnedukungnya adalah Priyayi-priyayi rendahan.[1]
Organisasi berikutnya adalah sarekat islam yang didirikanpd tahun 1811 di Solo. Organasasi meruapan organiasi yang dibentuk oleh pedagang-pedagang muslim yang teddapat di daerajh tersebut, pada mulanya organisasi juga meruapakan bentuk dari perlaweanan terhadap para pedagang cina. Selain itu gerakan ini banyak menadapat pengikut dari pedagang-pedagang kecil. Pada perkembngnya organisasi politik ini mendapat pengikut masa yang banyak,. Karena organisasi ini tidak membatasi anggotanya, tidak seprti  Boedi Oetomo, yang hanya dari golongan Priyayi. Sehingga dalam waktu singkat organisasi ini memilki masa yang besar, sebagai gerakan masa.pd tahun 1912 partai ini mendapat pencekalan dari pemerintah kolonial, tetapi setalah in SI mengubar bebrapa anggaran, sehingga organiasi in dapat menyelanggarakan kongres pertama mereka pada tahun 1913 di Surabaya. Alam pidato pertamnya ini, SI mengatakan bahwa SI, bkan merupakan partai politik yang mengehendakai adanya sebuah revolusi, dan dengan tegas mengatakan bahwa setia dan puas terhadap pemerintah belanda. Namaun pada kenyatanya organiasi ini menjadi tidak terkendali diman terdapat pemberontakan-pemberotan oleh petani dan buruh yang menjadi anggota SI, sehingga dalam perkembangannya organisasi ini menghendaki adanya sebuah revolusi.[2]
Selain itu terdapat organisasi politik yang didirikan oleh kaum indo yaitu Douwes Dekker, pada tahun 1912, yaitu indesche partij. Yang bertujuan untuk membangun patroitisme semua “indiers” terhadap tanah air, yang telah member lapangan hidup bagi mereka, agar mereka menadapat dorongan untuk kerjasa atas  dasar persamaan ketatatnegaraan untuk memajukan tanah air “hindia” indesche partij berdiri atas dasar nasionalisme ntuk kemrdekaan Indonesia.
Munculnya gerakan  Sosialis-Dekokratis
Munculnya gerakan gerakan yang bersifat sosialis jug mewarnai dalam sejarah berdirinya partai-partai politik yang bersifat “kiri” pada mas pergerakan ini. Pengaruhnya mulai terasa dari munculnya (partai social Demoocratie party) SDP yang merupakan gerakan radkal yang menginginkan revolusi kaum proletar untuk bebeas dari kapitalisme penjajahan. Pada tahun 1914 juga mncul gerakan partai politik ( (indceshe social Democrattie Veriniging)  ISDV yang etrhimpun dari tenega-tenag intelektual dari Indonesia dan Belanda. Gewrakan ini juga mempunyai surat kabar yang mengkritik kebijakan kebijakan pemerintah.  ISDV ini pada selanjutnya juga banyak mempengaruhi SI untuk mendirikan serekat sarekat pekerja. Hal ersebut nampak dari kongres SI II yang kedua tahun 1917 yang bercorak “kiri” yang dlatar belakangi oleh penderitaan rakyat yang semakin berat sebagai akibat dari peperanagn . yang mengatakan dalam pidatonya bahwa’’ kapitalislme dan imperialism dianggap ‘’haram’’ demikian pula segala bentuk pejajaha. Dala kongres ini juga ditentsng oleh anggota SI borjuis yang kolot. Pada kongres SI ketiga dibentuklah Radical Concentraci yang merupakan suatu badan gabungan dmana SI, budi Oetomo, insulinde pasundan dan ISDP bergabung. Dalam bentuk gabungan ini mengabil revolusi-revolusi dalam gerakannya. Gerakan eralkan yang revolusioner ini pada akhirnya juga mncul parati gerakan baru yang juga merupakan partai dari sempalan SI yaitu partai komunis Indonesia PKI.
Lahirnya partai komunis Indonesia PKI pada tahun 1920 yang merupakan bentuk baru dari ISDV. Yang juga meruapakan partai berhaluan komunis yang menginginkan perubahan terhadap pemerintahan kolonial. Pemimpnya adalah semaun yang juga merupakan anggota SI pihak oposisi. Dalam gerakannya PKI hamper selalu melakukan sebuah gerakan gerakan yang radikal dalam tujuan poltikya, yaitu dapat dilihat dari pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1926. Masa PKI banyak terdiri dari kaum buruh dan petani yang memang dalam gerakan parati ini yang menggunakan teori pertentang kelas, yang merupakan cirri dari gerakan komunis di Eropa. Dalam pergerakannya PKI banyak mengalami Hambatan, karena partai ini dilarang oleh pemrintah kolonial karena mengancam stabilitas pemerintahan kolonial. Yang tersebut terbukti dibubarkannya rapat-rapat PKI  dan penangkapan terhadap pemimpin-pemimpinnya yang kemudian dibuang di Boven Digul. Gerakan ini mulai surut setelah pemberontaakn PKI yang  dilakuan di beberapa daerah yang memungkin pemerintah untuk mengawasi secara ketat aktifitas partai ini.
 Secara pergerakan, seprti telihat dari pemberontakan di Banten pada tahun 1926, terlihat bahwa masa PKI juga terdiri dari Golongan Ulama dan para Jawara. Para ulama di banten, mengungkapkan bergabungnya mereka dalam PKI memang didasarkan atas, ketidak adilan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial. Selain itu mereka juga kurang paus dengan Sarekat islam yang tidak tegas, dan hanya melakukan politik-poltik dalam menghadapi kolonialisme, berbegad dengan PKI yang agresif melakukan perlawan-perlawanan secara nyata terhadap Kolonialisme. Dalam perekrutan masanya pKI juga menggunakan aksi-aksi propaganda, semisal membesahkan pajak kepala, kepada petani apabila membantu dalam pemberontakan dan tercapainya sebuah kemerdekaan.
Terdapat pula partai berhaluan kiri yang dibentuk pada tahun 1927, di Bandung yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai ini dalam aewal berdirinya, mengadakan tuntutkan diantaranya adalah pengjhapusan kamp di Digul, menuntut kemerdekaan Indonesia, dalam rapatnyta pada bulan agustus di tahun yang sama, juga menuntut dibebaskannya Mohammad hatta dan 3 mahasisiwa di negeri belanda lainyya. Pada permulaan rapat-rapatnya PNi mulai mendapat larangan oleh Gubernur Jendral pada tahun 1928, larangaran tersebut sebagai dampak dari aksi-aksi propaganda yang dijalankan PNI, dalam pidato-pidatonya. Dalam perkemabangnya PNI merupakan sebuah partai yang dapat dibilang menenurskan PKI, dimana mengususng gerakan-gerakan yang revolusioner. Namaun setalah menggabungkan diri didalam sarkretariat negeri-negeri Pasifik, PNI mulai mendapat pengawasan yang intensif dari pemerintah. Sehingga pada tahun 1930 para pemimpin PNI dijatuhi hukuman penjara masing-masing 1-4 tahun, didalamnya termasuk Ir. Seokarno.

Kesimpulan
Dari terbentuknya organisasi-organisasi yang berkembang di Indonesia, Kita dapat melihat dalam beberapa tahun, setelah berdirinya organisasi-organisasi Budi Oetomo, Sarekat Islam, Indesche partij. Muncul gerakan-gerakan yang bersifat sosialis, seprti ISDV, ISDP dan PKI, masuknya geraka ini tidak terlepas dari rovulisi di usia sebagai damapak dari perang dunia ke I, gerakan tersebut lantas memasuki di wilayah Indonesia, seperti SDP ( social democratie party).[3] Yang meyebarkan pendapat baru mengenai pertumbuhan kapitalisme dan imperialisme di daerah jajahan, dalam perjuanganya unuk menuntaskan penjajahan tersebutlah anggota-anggota SDP yang bekerja di Indonesia turut aktif membantu perjuangan rakyat Indonesia dan member petunuk-petunjuk mengenai tujuan-tujuan yang harus dikejar oleh geraan-gerakan rakyat.
 Dalam perkebangannya ornasiasi-organisasi tersebut terdapat tdak kesamaan dalam misi, sperti contoh sarekat islam dan PKI, hal tersebut dipengaruhi oleh kegiatan tujuan politik, sepperti di tubuh SI dalam pergerakannya menggunakan unsur-unsur islam dalam menumpas penjajahan . berbeda dengan PKI yang memperjuangan perjuangan kelas dan pergerakan secara radikal dalam menyacapai sebuah keputusan. Selain dari bebrapa partai tersebut, juga terdapat partai PI, Partindo, BTI,. Munculnya partai –partai yang mengusng agama dalam menjalin anggotanya juga berrmunculan saat massa keerdekaan seperti, masyumi, partai krisrten Indonesia (PARKINDO), Partai Katolik Indonesia (PKRI) dsb.
                Namun secara garsi besar munculnya partai-partai politik didukung dari berkembangnya intelektualitas di dalam beberapa golongan pribumi, sehingga memunculkan organisasi politk yang mbertujuan untuk membebaskan penjajahan di Indonesia.Dalam pergerakan partai politik pada periode ini kita dapat melihat bahwa tujuan mereka secara umum adalah membebaskan diri dari penjajahan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial, yang sangat merugikan rakyat.  Ha;l tersebut dapat menjelaskan kita bahwa periode ini merupakan sebuah upaya dari masyarakat pribumi untuk mendapatkan hak-haknya dengan berpolitik.



[1] Sejarah Nasional Indonesia jilid V
[2] Rtgerrs S.J. 2012. “ Sejarah pergerakan Nasional INDONESIA”. Yogyakarta. Penerbit : Ombak.
[3] Ibid, hal 8-9
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar