Selasa, 26 Juni 2012

URBANISASI DI ASIA TENGGARA



Urbanisasi yang terjadi diberbagai kota-kota besar di Asia Tenggara yang urbanisasinya dipengaruhi oleh beberapa factor yang dipengaruhi oleh peranan kota sebagai pusat administrasi suatu Negara maupun sebagai pusat perdagangan dan pelayanan jasa. Dalam hal ini kota-kota dijawa dibentuk oleh stuktur kota tersebut sebagai kota pedalam atau sebagai kota pesisir. Menurut Wertheim (1980), ada dua pola utama dalam pembentukan sebuah Negara, sebagai negera pedalaman atau sebagai kota perdagangan. Pola tersebut sedah terbentuk sejak lama pada masa prakolonial yaitu ditandai oleh masih berdirinya kerajaan-kerajaan yang berbasis agama seperti Majapahit atau Angkor,aydhya dan kota-kota dagang seperti Malaka[1]. Hubungan antara kedua polalah  tersbeut adalah kota dagang sebagai penyedia barang-barang eksport yang biasanya digunakan oleh kalangan-kalangan elit keranjaan, sedangkan kota pedalaman sebagai pemasok kebutuhan bahan pangan seperti beras,dn barang-barang lainnya sebagai konumsi kota dagang. Pada kota dagang terdapat penduduk yang heterogen, hal tersebut dilatarbelakangi oleh hubungan dagang dengan luar negeri, yang menyebabkan menetapnya pedagang tersebut kedalam penduduk kota dagang, sebagai conttoh adalah malaka yang mempunyai beberapa etnis seperti Melayu,India,dan Cina.
Pada masa kolonial pada mulanya masuk di Asia Tenggara tidak berdampak pada tatanan structural yang ada. Karena tujuan awal mereka adalah menjadi rempah-rempah dan memonopoli perdagangan yang ada. Namun setelah diperkenalkannya sistem perkebunan tanaman bersifat impor atau biasa disebut sebagai sistem tanam paksa, barulah terjadi perbahan-perubahan social yang ada. Seperti di jawa,yang menimbulkan perubahan  birokrasi barat sebagai atasan dari struktur pemerintahan tradisional. Sebagai contoh lain Burma sebagai wilayah jajahan Inggris mempunyai dua kekuasaan pertama di Rangoon namun masih terdapat kukuasaan yang masih diperintah raja local. Dalam perubahan yang ada tersebut membuat pola kehidupan yang ada pada kawasan negera dunia ke tiga ini. Perubahan yang relative cepat terjadi pada awal abad ke 20.
Dalam hal urbanisasi yang mempengaruhi kawasan-kawasan di Asia Tenggara sendiri adalah perubahan yang dibawa oleh dampak dari kolonisasi itu sendiri. Seperti dalam hal pengenalan sistem produksi  dengan menggunakan media tekonologi mesin. Dan proses industrialisasi yang ada dikota-kota besar, menyebabkan urbanisasi di perkotaan. Dimana tersedianya beberapa pekerjaan yang lebih banyak dibandingkan dengan di desa. Proses industrilasasi tersbebut tentunya  berdampak tersedianya lapangan pekerjaan yang akan dijadikan sebagai buruh pabrik atau sebagai kuli angkut. Dan berdampak selanjut adalah berkurangan tenaga kerja yang ada di desa, karena banyak ditinggal penduduknya mencari penghasilan yang ada dikota


DAFTAR PUSTAKA
Hans-Dieter, E.,Ruodiger,K. 2002. Urbanisasi di Asia tenggara : Makna dan Kekuasaan dalam Ruang-ruang Sosial. Jakarta : yayasan obor Indonesia.


[1] Hans-Dieter, E.,Ruodiger,K. 2002. Urbanisasi di Asia tenggara : Makna dan Kekuasaan dalam Ruang-ruang Sosial. Jakarta : yayasan obor Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar