Senin, 06 Agustus 2012

PENULISAN HISTORIOGRAFI AWAL


Historiografi merupakan hasil dari penulisan sebuah peistiwa sejarah. Histororigrafi secara harfiah dapat disimpulkan sebagai sejarah penulisan sejarah. Hal tersebut berarti historiografi adalah hasil penulisan dari suatu peristiwa sejarah. Dalam perkebangan awal historigrafi dikenal di peradapan romawi dan yunani klasik. Hal tersebut tidak terlepas dari peradaban  Yunani dan Romawi yang sudah maju pada zaman klasik dan mempunyai budaya menulis yang tinggi. Namun dalam segi penulisan keduanya memiliki  perbedaan daam hal penulisan historiografi, hal tersebut tidak terlepas dari perseoalan pemerintahan dan cara hidup di kedua wilayah tersebut. Beberapa tokoh yang terkenal adalah Herodotus, Thucydides, Polybius, Titus Livius, dsb. Dalam penulisannya historiografi dipengaruhi oleh penulis sendiri, sehingga kita dapat melihat atau membedakan corak penuilsan penulis dalam penulisan istoriografinya. Sebagai contoh adalah contoh penulisan Herodotus yang masih berbentuk prosa dan puisi sebagai tambahan Herodotus dikenal sebagai bapak sejarawan dunia.
Pada periode penulisan historigrafi yang ditulis pada masa klasik, kajian penulisannya lebih dominan pada peristiwa sejarah konteporer, atau sazaman dengan penulis. Namun juga terdapat penulisan sebuah peristwa sejarah yang jauh kebelakang, bisanya penulisannya akan beruntut sampai pada zaman konteporer, atau sezaman. Dalam penulisan sejarah atau historiografi pada abad klasik ini juga kita bias melihat, bahwa corak penulisan masih diepngaruhi oleh unsure Mitos atau mitologi, dengan penulisan masih terdapat peran dewa-dewa trerhadap kehidupan manusia. Dalam penulisan pada abad klasik ini, penulisanya juga masih menggunakan sumber-sumber tradisi lisan yang diwarisan secara turun temurun. Sumber lisan memang bergubn pada saat itu sehingga dalam melengkapi interpretasi dari penulis histirografi.
Dalam bebrapa hal penulisan pada masa ini masih bersifat sedarhana, karena belum mempunyai kerangga daam penulisannya. Sehingga belum mendiskripsikan sebuah peristwa sejarah dengan penulkisan yang lebih deskriptif analisis. Kekuranag tersebut tidak terlepas adri perkebangan penulisan tersebut yang masih tergolong awal peradapan. Selain itu, dala mengambil sumber sejarah, para penulis zaman ini belum mengadakan kajian terhadap sumber, atau melakukan kiritis terhadap sumber sehingga panulisan sejarahnya belum  dalam merekontrusikan sebuah peristiwa masih bersifat anakronis. Beberapa hal yang sering menjadi kajian sejrawan pad masa ini adalah penulisannya bersifat dogeng, genealogi, epos (atau cerita kepalawanan) dsb. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai peran sejarwan Romawi Klasik Polybius, dan karya beserta corak penulisan historiografinya.

Zaman Romawi merupakan berdiri pada periode tumbuh setalah runtuhya Yunani. Dalam kekaisarannya Romawi lebih menekankan pada pejajahan atau ekspansi wilayah ke daerah luar guna mmeperluas  wilayah kekuasaannya. Romawi berkembang menjadi wilayah yang luas karena memiliki sistem pemerintahan yang kuat dengan militer yang kuat pula, sehingga dalam misi ekspansi mereka banayk menuai kemenangan. Keadaan  social dan politik yang terjadi diwilayah ini, yang pada akhirnya juga berpengaruh kepada penulisan-penulisan historiografi di romawi, yang umumnya memilki cirri penulisan heroic, tentang kemenangan peperangan yang ada. Yang tentu dapat memebadakan penulisannya dengan Yunani. Meskipun mempunyai cirri tersendiri dalam menampilkan tema, namun secara strukutr penulisan secara umum relative serupa, dengam masih menggunakan karya berbentuk prosa, puisi maupun sastra.
Polybius merupakan Sejarawan yang terkenal pada masa Romawi, meski ia merupakan orang Yunani, ia hidup pada masa transisi, ketika Yunani runtuh dan Romawi mulai berkembang.ia dilahirkan di daerah Megalopolis yaitu daerah Yunani, ia  hidup pada tahun (208SM-126SM). Dalam hal status social, ia merupakan keluarga yang terpandang dalam pemerintahan romawi.  Semasa hidupnya ia mengalami gejolak politik yang kuat, terlihat pada tahun 167 SM, ia dipenjara oleh pemerinah Romawi, karena ia dan keluarganya dituduh terlibat dalam gerakan anti Romawi, ia di Sandra dan dibawa ke Italia. Selama masapenahanan tersebut ia  mengenal orang-orang kelas atas atas yang saat itu tinggal di daerah tersebut diantaranya adalah Cato dan Scipio yang  merupakan komandan perang Romawi,keduanya merupakan pengaggum kebudayaan yunani. Dalam memulai karya historiografinya yang dimulai pada saat ia dipenjara selama 17 tahun. Dan dimulai sejak masa ekspansi Romawi awal Perang Punisia ke II. Dalam penulisanya ia menulisakan kisah-kisah sejarah pada masa kontemporer atau semasa ia hidup. Karya-karyanya dominan pada peristiwa peperanan Romawi terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang ditaklukan. Yang menceritakan tentang keperkasaan Romawi dalam menaklkan musuh-musuhnya.  Hal tersebut tidak terlepas dari pengalamanya yang serng keliling samudra dalam perjalanya untuk mencatat sebah peristiwa yang terjadi.
Pada tahap penulisannya, Polybius lebih condong menuliskan sebuah peristiwa-peristiwa sejarah yang persifat peperangan atau heroic. Menceritakana kegigihan tentara Romawi dalam setap pertempuran, selain itu juga mebahasah masalah politik, dan kekuasaan yang dipimpin oleh Romawi. Dalam bebrapa penulisannya ia juga menceritakan, tentang sistem pemerintahan Roma, yang menurutnya pemerintahan kekaisaran Romawi adalah monarkhi, yaitu kekeuasaan neraga ada pada diri saja sepenuhnya.namun dalam perekembangan zaman, pemerintahan Romawi bersifat aristrokasi, dimana pemerintahan dijalan oleh kaum-kaum bangsawan yang duduk dalam pemerintahan. Dan yang terakir ia juga menyimpulkan bahwa pemerintahan Roamwi juga dapat bersifat Demokratis karena tampuk kekuasaan dipilih oleh Senatus atau anggota senat. Dalam sistem pemerintah Romawi, ia mengetahui banayak, karena kedekatannya denga petingi dan penjabat di romawi sendiri. Selain itu  Polybius merupakan salah satu sejarawan pertama untuk mencoba untuk menyajikan sejarah sebagai urutan penyebab dan efek, berdasarkan pemeriksaan yang teliti dan kritik tradisi. Dia menceritakan sejarahnya berdasarkan pengetahuan tangan pertama. Yang  menuliskan sebuah peristiwa sejarah yang ditulisnya Polybius menggunanakan metode wawancara terhadap saksi- saksi atau veteran yang menjadi saksi sejarah suatu peristiwa.
Karya yang dihasilkan oleh Polybius mengenai sejarah kekaisaran Romawi adalah The Histories yang menceritakan kejadian peperangan yang terjadi di Romawi, buku ini terdiri dari bebrapa jilid, sampai tujuh, namun bagian terakair rusak berat sehingga kurang dapat menejalsakan tentang peristiwa yang sedang terjadi. Dalam buku tersebut menjelaskan dari peristiwa perang Punic satu dan Dua. Kemudian dalambuku ini juga menceritakan kehidupan di Romawi, salah satunya yang telah disebutkan diatas mempabasah mengenai masalah strukutur pemerintahan di Kekaisaran Romawi. Yang juga membahas masalah kakuataan unggulan Romawi adalah masyarakatnya yang beragam dimana banayak masyakat yang memilki suara dan memicu sikap individualis yang menciptakan pemikiran-pemikiran baru, dan hal tersebut pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi wialayah Kekaisaran Romawi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar